Senin, 04 Juli 2011

gime me time machine chapt.2

                 Langit cerah hari ini. Awan putih berlatarkan biru menarik untuk dilihat. Di sebelah sana awan menggumpal membentuk naga.  Seraya menandai letaknya dalam otakku, aku mencari variasi bentuk lainnya.

                “Hei!”

                Aku spontan menoleh. Suara itu baru kutahui  beberapa hari tetapi cemprengnya mengendap di ingatanku. “Apa?”

                Leo tersenyum. Oh, aku lupa dia  memang selalu tersenyum. “Lihat apa?”

                “Awan..”, jawabku singkat.

                “Oh…kenapa?”

                “Nggak apa-apa kok..”, aku melihat langit lagi. Wajah Leo tampak tak puas, kurasa dipikirnya aku cewek aneh. Terserahmu deh..

                “Wah langit yang di sana bentuknya naga!”, serunya menunjuk gumpalan awal yang tadi kutandai. Kuangkat bahu, “aku sudah tahu kok..”

                “Loh? Jangan-jangan daritadi kamu iseng nyari bentuk awan ya?”

                “Mungkin.”

                Dia terdiam, bingung menghadapi kalemnya sikapku.  Aku tetap pada langit, buku dan pensil. Tiba-tiba buku di tanganku lenyap, kulihat Leo tengah menggenggamnya. “Apa-apaan kau!?”

                Tanpa dosa dia membalikkan lembaran buku. Kepalanya manggut-manggut, mulutnya membentuk vocal ‘o’ terkagum. Atau menyindir? Sebelum dia membuka lembar yang ketiga, kusambar buku coret-coret kesayanganku dengan gaya kucing menyambar ikan. Maunya sih aku menceramahinya, tapi kupikir lebih baik jangan memperpanjang masalah.

                “Kau suka misteri ya?”

                “Hah!?”, langkahku terhenti, kuharap dia tidak melihat halaman kertas yang ‘itu’.
                “Mesin waktu!”

                Glek. “Apa pedulimu memangnya??”

                Leonardo Will melipat tangannya dengan senyum puas. “Tentu saja aku peduli! Aku suka misteri, kan di hariku pertama masuk sudah kuberitahu?”

                Jadi itu..beneran?

                “..Dan ternyata kau sehobi denganku. Eh ngomong-ngomong udah liat berita crop circle terbaru belum??”

                Oke, dia maniak UFO. “Sori ye aku nggak suka UFO dan kamu tuh cuma salah paham aja. Dah ya!”. Aku kabur.

                Dan dia? Pulang ke bulan kali..

+++


0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e:
:f: :g: :h: :i: :j:
:k: :l: :m: :n: :o:
:p: :q: :r: :s: :t:
:u: :v: :w: :x: :y:
:z: :1: :2: :3: :4:
:5: :6: :7: :8: :9:
:10: :11: :12: :13: :14:

Posting Komentar

monggo~